Mari Kita Bersama Membentuk Barisan Menuju Masa depan yang lebih baik dan sejahtera di negeri sendiri

Senin, 02 Juni 2014

Prabowo: Kita Butuh Kehadiran Negara Asing


Namun, kata Prabowo, kehadiran negara asing tidak boleh menghilangkan aset nasional. Menurutnya, kepentingan nasional harus menjadi utama.

"Yang penting kepentingan nasional, kita juga butuh negara-negara lain, kehadiran negara-negara lain, investasi negara-negara lain. Tidak ada nasonalisasi, bela kepentingan nasional yang ada," kata Prabowo di hadapan kader Demokrat saat memaparkan visi misinya di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (1/6/2014).

Sebab, lanjut Prabowo, dirinya bersama Hatta Rajasa sangat mengerti dan memahami masalah yang tengah dihadapi Indonesia. Untuk itu, dia yakin bersama Hatta dan partai koalisi Merah Putih bisa menyelesaikan permasalahan itu.

"Kami paham kerumitan dan kompleksitas masalah-masalah yang dihadapi bangsa Indonesia," tegas Prabowo.

Untuk itu, Prabowo mengajak Partai Demokrat bisa mendukung pencapresannya untuk mengatasi kerumitan masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.

"Kami berharap dapat perkuatan dari Partai Demokrat, ini bukan masalah ringan, kami ingin the best brain," ujar dia.

Menurutnya, menjadi pemimpin bangsa ini bukan hal yang mudah, bahkan nantinya sudah pasti ada kritikan tajam hingga cercaan ketika sudah terpilih.

"Belum terpilih saja sudah dicerca, jadi itu resiko seorang nahkoda, akan banyak dituntut," jelasnya. [mes]


sumber : http://nasional.inilah.com/read/detail/2105611/prabowo-kita-butuh-kehadiran-negara-asing#.U4yKF0Biw7M
Read more »

Prabowo: Polisi harus sehebat FBI



Merdeka.com - Calon Presiden Prabowo Subianto sesumbar bakal memperbaiki institusi kepolisian jika dirinya bersama cawapres Hatta Rajasa mampu menang di Pilpres 9 Juli mendatang. Bahkan dia mempunyai keinginan kepolisian Indonesia bisa sehebat badan investigasi di Amerika Serikat, Federal Bureau of Investigation (FBI).

Hal itu diungkapkan Prabowo saat Rapimnas Keluarga Besar Putra Putri Polri di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (2/6).

"Saya bertekad membuat polisi kita semakin kuat. Polisi harus sehebat FBI," kata Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu menambahkan, peran polisi penting untuk menciptakan kedamaian juga ketertiban. Tidak hanya itu, dia bahkan menyebut peran polisi seharusnya sebanding dengan TNI.

"Saya sering mendengar, memonitor dan sebagainya, ada hujatan dan hardikan kepada TNI dianggap militeristik. Polisi dianggap selalu menekan masyarakat. Tapi coba kalau enggak ada polisi? Masyarakat tidak bisa jalan," ujarnya.

Maka dari itu, Prabowo kembali menegaskan pihaknya bertekad untuk membenahi Polri secara kualitas dan kuantitas.

Sebelumnya, Prabowo menginginkan agar para polisi disegani. Cara pertama mereka harus baik secara penampilan.

"Makanya kita harus anjurkan Markas Besar Polri kalau milih calon polisi harus yang ganteng-ganteng dan yang cantik-cantik," ujarnya.

Oleh karena itu, Prabowo menegaskan bahwa pernyataannya tersebut bukan sekadar candaan belaka. Pasalnya, dia melihat karakteristik masyarakat Indonesia masih suka melihat hal-hal yang menarik perhatian.

"Ini bisa dianggap 'joke', tapi polisi memang tidak bisa terlalu 'klemar-klemer', berdiri saja sudah lemes. Karena masyarakat ini masih melihat potongan dan tongkrongan," terangnya.
[lia]
 sumber: http://www.merdeka.com/politik/prabowo-polisi-harus-sehebat-fbi.html
Read more »

Prabowo: Pendidikan adalah kunci pembangunan



Merdeka.com - Calon presiden Prabowo Subianto hari ini menghadiri acara Rakornas I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. Dalam acara itu, setidaknya terdapat 650 guru dari seluruh Indonesia.

Menurut Prabowo, pendidikan merupakan kunci bagi pembangunan bangsa. Sebab, banyak negara yang maju lantaran pendidikannya juga kuat.

"Kunci dari penguasaan pengetahuan dan teknologi, adalah pendidikan. Bahkan pemahaman tentang hidup bermasyarakat, kewarganegaraan, budi pekerti sangat-sangat ditentukan oleh pendidikan yang memadai. Bahwa kita bisa liat negara yang makmur dan pendidikannya kuat," kata Prabowo, Senin (2/6).

Mantan Danjen Kopassus itu menambahkan, pendidikan juga masih berpengaruh dengan kesejahteraan bangsa. Sebab, negara yang merdeka seharusnya tidak mengalami kemiskinan.

"Kalau bicara tentang kemerdekaan, kedaulatan, kita tidak bisa menghindari tentang kesejahteraan. Percuma suatu negara merdeka, kalau rakyatnya miskin. Bagaimana kita mau keluar dari kemiskinan kalau kita tidak berpendidikan," ujarnya.

"Tekad saya, tim saya, pendidikan adalah kunci pembangunan," tambah Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut.

Selain itu, Prabowo memuji tentang kinerja para pahlawan tanda jasa tersebut. "Saya bicara di sini karena guru-guru saya. Tidak ada pemimpin yang berhasil tanpa guru yang baik," terangnya.

Usai acara Rakornas PGRI ini, informasi yang dihimpun, Prabowo akan berangkat ke rumah mantan Panglima TNI Jendral (purn) Djoko Santoso di bilangan Menteng, Jakarta Pusat.
Read more »